Kegaduhan DPT Harus Diselesaikan

Foto : SINDOnews

Pemilu dinilai tidak bermakna jika DPT bermasalah.

Indonesiainaide.id, Jakarta — Persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih menggelayuti penyelenggaraan Pemilu 2019. Pasalnya, dalam rentang waktu masa perbaikan hasil DPT yang jumlahnya sudah ditetapkan KPU pada 5 September 2018 lalu sebanyak 187 juta, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri menyerahkan 31 juta data warga kepada KPU.

Data ini berasal dari analisis Kemendagri yang melakukan sinkronisasi ulang DPT yang sudah ditetapkan KPU dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, besarnya jumlah data warga hasil analisis Kemendagri ini tentunya mengejutkan banyak pihak.

“Kami ingin memastikan KPU, Bawaslu, Kemendagri, parpol peserta pemilu, dan tim sukses capres duduk bersama membahas persoalan ini dan memastikan DPT Pemilu 2019 benar-benar valid dan akurat sehingga tidak ada satupun warga negara yang kehilangan hak pilihnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (13/12).

Tidak hanya itu, DPT yang valid dan akurat juga penting untuk memastikan tidak ada pemilih ganda dan tidak ada warga negara yang tidak punya hak pilih tetapi namanya ada di DPT, misalnya karena belum cukup umur, sudah meninggal, dan lainnya.

“Pemilu tidak bermakna jika DPT bermasalah. Karena DPT inilah yang menjadi dasar asas penyelenggaraan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here