Komisi I DPR: Hentikan Diskriminasi Muslim Uighur!

Foto : pks bondowoso

“Diskriminasi tetap diskriminasi, dan tidak boleh terjadi. Ekstremisme itu soal lain. Penempatan warga Uighur di kamp khusus jadi mengingatkan kita terhadap Holocaust,” ujar Sukamta, anggota Komisi I DPR RI.

Indonesiainside.id, Jakarta — Sekitar 1 juta suku Uighur yang merupakan warga Xinjiang, Tiongkok, yang beragama Islam, mendapat perlakuan diskriminatif dan persekusif. Mereka dilarang menjalankan perintah agama seperti soal makan babi, mengenakan hijab, dan seterusnya.

Bagi mereka yang melanggar ditempatkan di sebuah kamp khusus, yang menurut pengakuan salah seorang warga Uighur, lebih tepat disebut sebagai penjara dan diperlakukan secara tidak manusiawi di bawah batas kesanggupan manusia.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan, Indonesia sangat menghormati kedaulatan dan kesatuan wilayah Tiongkok sebagai negara. “Tetapi kita juga mengharapkan keyakinan dan budaya warga muslim yang merupakan hak asasi dasar dihormati dan dijamin pelaksanaannya secara penuh di sana,” ujarnya di Jakarta, Kamis (13/12).

Untuk itu, sebagai negeri muslim terbesar yang memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Tiongkok, Indonesia diharapkan dapat berperan lebih strategis menyetop diskriminasi, intimidasi dan persekusi yang dialami oleh warga Uighur.

“Hak untuk memeluk dan menjalankan ajaran agama merupakan hak asasi manusia. Tidak boleh ada pelanggaran HAM di manapun, termasuk di Tiongkok,” katanya.

Ia menilai tindakan pemerintah China jelas bertentangan dengan salah satu falsafah Konfusianisme, yaitu ‘REN’ yang mengajarkan untuk saling hormat terhadap sesama.”

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here