Manuver Politik Petahana Pengaruhi Utang BUMN

Foto : BreakingNews.co.id

Utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang meroket dari tahun ke tahun, tak terlepas dari manuver politik petahana. Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melihat hal itu dengan seksama.

Indonesiainside.id, Jakarta — Manuver politik presiden Joko Widodo dinilai berpengaruh pada utang BUMN. Hal ini diutarakan Sandiaga Uno merespons peningkatan pinjaman perusahaan plat merah selama ini.

“Presiden sendiri sudah mengaku bahwa ini mengejar target politik dan ini sudah diungkapkan secara jujur oleh Presiden. Kami hargai itu,” kata Sandiaga, Kamis, (13/12/18).

Analisa Sandiaga, kepentingan Jokowi yakni menarik suara masyarakat dengan pembangunan infrastruktur yang masif. Hal ini justru membebani perusahaan plat merah, sehingga memaksa mereka berutang.

Pinjaman itu, kata Sandiaga, untuk menutup modal dan biaya tugas dari Jokowi. Mengutip data Kementerian BUMN, jumlah utang mencapai Rp 5.271 triliun per September 2018. Nominal utang itu meningkat dari tahun sebelumnya, yakni Rp4.830 triliun.

Menurut dia, hal ini seharusnya tak dilakukan petahana. Sebab BUMN sejatinya bebas dari kepentingan itu. “Karena politisi itu sebenarnya come and go. Tapi integritas BUMN itu seharusnya stay di BUMN,” bebernya.

Peningkatan utang ini, kata Sandiaga, juga menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, tanggungan itu tak hanya dibebankan pada masing-masing perusahaan. Negara juga dituntut menjadi penjamin.

Maka dampak sistematis dari tumpukan utang BUMN dan negara, kata Sandiaga, cukup mengkhawatirkan. “Utang BUMN kalau disatukan dengan utang pemerintah dan sektor publik, angkanya sudah di atas 60 persen dari PDB. Ini menjadi kekhawatiran kami,” bebernya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here