Berkarya: PSI Patut Diduga Anti Agama

Caleg muda Partai Berkarya Apni Yulia Sari. Foto: Dok. Pribadi.

Pasalnya, dalam beberapa kesempatan Ketua Umum PSI menyampaikan partainya anti Perda Syariah dan Perda Injil. Salah satunya menolak praktik poligami yang sesuai dengan ajaran Islam.

Indonesiainside.id, Jakarta — Caleg muda Partai Berkarya Apni Yulia Sari memberikan sanggahan atas pernyataan Ketua Umum PSI Grace Natalie yang mengatakan partainya menolak praktik poligami.

Apni menjelaskan, larangan aparatur sipil negara (ASN) melakukan poligami sudah diatur Peraturan Pemerintah No 10 Tahun 1983. PP itu keluar atas usulan almarhum Siti Hartinah alias Ibu Tipn, Istri Presiden Soeharto yang tidak suka ASN melakukan poligami.

“Zaman Orba (Orde Baru), larangan poligami hanya sebatas untuk PNS (pegawai negeri sipil). Ruang lingkupnya terbatas dan khusus hanya untuk ASN (aparatur sipil negara). Sedangkan PSI berupaya memperjuangkan larangan poligami untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (14/12).

Meski dalam kampanyenya PSI selalu bertendensi anti Orba, namun dalam beberapa pernyataannya PSI mengambil kebijakan yang dibuat sejak zaman Soeharto. Karena itu, Apni menilai PSI bukan saja anti Orba, tapi juga anti agama.

“Menurut saya, PSI bukan saja anti Orba, tapi patut diduga anti agama dan anti Islam. Seperti beberapa waktu lalu, PSI menyatakan anti perda Syariah dan perda Injil,” katanya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin mengatakan aturan tersebut telah direvisi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990. Sehingga kini ASN dapat memiliki istri lebih dari seorang dengan ketentuan tertentu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here