Mardani: Buatlah Aturan yang Substantif

Foto : Pilkada - Tempo.co

Pernyataan itu disampaikan terkait instruksi Mendagri Tjahjo Kumolo yang memantik polemik dan kontroversi.

Indonesiainside.id, Jakarta — Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera urun tanggapan terkait instruksi penggunaan pakaian dinas di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Kemendagri yang diteken Mendagri Tjahjo Kumolo.

Menurut Mardani, seharusnya Kemendagri membuat aturan yang sesuai dengan kewajiban asasi manusia, selain memertimbangkan asas HAM. Terlebih, urusan jilbab sudah jadi keyakinan beragama dan ada ayatnya dalam Alquran.

“Kemendagri buat aturan yang artifisial. Buatlah yang substansial. Cara berpakaian cukup diatur sopan dan pantas,” ujar Mardani di Jakarta, Jumat (14/12).

Ia mencontohkan, kasus penangkapan banyak Kepala Daerah mestinya menjadi perhatian utama Mendagri selaku pembina moral.

“Yang utama kinerja ASN adalah melayani, bersahabat, penolong, dan tidak korupsi,” katanya.

Instruksi yang dimaksud adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 025/10770/SJ Tahun 2018 tentang Tertib Penggunaan Pakaian Dinas dan Kerapihan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Instruksi ini diteken Tjahjo pada 4 Desember 2018.

Instruksi ini berisi 6 poin. Dalam diktum kesatu, dituliskan instruksi untuk ASN laki-laki dan ASN perempuan. Berikut isinya:

ASN Laki-laki:
a. Rambut rapi, tidak gondrong dan tidak dicat warna-warni;
b. Menjaga kerapihan kumis, jambang dan jenggot; dan
c. Penggunaan celana panjang sampai dengan mata kaki

ASN Perempuan:
a. Rambut rapi dan tidak dicat warna-warni;
b. Bagi yang menggunakan jilbab, agar jilbab dimasukkan ke dalam kerah pakaian dan sesuai warna pakaian dinas; dan
c. Warna jilbab tidak bermotif/polos

“Memberikan sanksi kepada Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap di Lingkungan Kerjanya yang terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu,” demikian bunyi diktum keempat.

(Ahmad Z.R)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here