Menjadikan Pileg sebagai Jihad Politik

Anggota DPR 2009-2014 Ahmad Yani (kiri), Wasekum Dewan Da'wah Taufik Hidayat (tengah) dan Ust Jel Fathulloh (kanan). Foto: Ahmad Z.R.

Kyai Cholil mengatakan politik dapat dijadikan sarana dakwah dan jihad umat Islam jika dilakukan dengan niat yang benar dan keikhlasan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ratusan umat Islam saling silang masukan dan pendapat terkait masa depan Partai Bulan Bintang (PBB) yang akhir-akhir ini menimbulkan riak-riak di tengah masyarakat. Hal itu dikarenakan melabuhnya Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Menyikapi ini, Dewan Da’wah menggelar duskusi, Jumat (14/12). Dalam diskusi itu, Pembina Dewan Da’wah Kyai Cholil Ridwan mengatakan, jumlah umat Islam di Indonesia merupakan umat Islam terbesar di Indonesia. Puluhan ribu masjid dan pesantren telah dibangun sejak zaman kemerdekaan hingga sekarang. Namun, hal tersebut tak menjadi jaminan dapat memperbaiki kondisi bangsa Indonesia.

“Banyaknya Ormas Islam, lembaga Islam, hafizh qur’an, dan mubaligh tidak menjadi jaminan. Doa? Di penghujung doa selalu kita panjatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Apa yang dapat membawa perubahan? Ini menjadi renungan saya,” ujar Kyai Cholil.

Lebih lanjut, Kyai Cholil menjelaskan Al Quran Surat Ar-Rad ayat 11 yang mengatakan bahwa Allah akan mengubah suatu kaum sesuai dengan ikhtiar dan perjuangan kaum tersebut. Ia menyampaikan perjuangan Rasulullah ketika menyebarkan risalah Islam secara kaffah, meski banyak intimidasi dan teror.

“Itulah yang ditakutkan kafirin Quraisy saat itu. Rasulullah membawa sistem ekonomi, politik, hukum dan lainnya berdasarkan Al Quran. Di zaman Nabi Muhammad belum ada Kitab Al Quran. Tetapi mereka hafal dan mempraktekkan isinya. Urusan jihad mereka (Rasulullah dan sahabat) berada di depan karena mereka hafal dan faham,” tuturnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here