LBH Masyarakat: Transaksi Narkotika Kembali Meningkat Awal Tahun

Yohan Misero (ketiga dari kiri). Foto: Istimewa

Karena itu, LBH Masyarakat mendorong DPR merevisi UU Narkotika untuk mendekriminalisasi pemakaian, penguasaan, dan pembelian narkotika ilegal dalam jumlah sedikit serta mengeluarkan tindak pidana narkotika dari RKUHP.

Indoneaiainside.id, Jakarta — LBH Masyarakat mengapresiasi kinerja Direktorat IV Bareskrim Polri yang pada Jumat (14/12) kemarin melakukan jumpa pers dalam rangka tinjauan dan evaluasi. Bersamaan dengan itu, ada beberapa hal yang sepatutnya diingat oleh pemerintah terkait dengan capaian-capaian tersebut.

Ketua Analisis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat Yohan Misero mengatakan, meningkatnya jumlah sitaan sabu hingga 94 persen dalam minggu kedua di bulan Desember ini, menunjukkan sebuah fenomena yang tengah melanda dunia yakni maraknya konsumsi zat-zat bertipe amfetamina seperti sabu dan ekstasi.

“Tentunya penegak hukum memang perlu melakukan penegakan hukum terkait kasus seperti ini karena narkotika yang beredar di pasar gelap kerap dicampur dengan zat-zat lain, yang merendahkan tingkat kemurnian demi peningkatan pendapatan, yang justru lebih berbahaya bagi kesehatan dibanding narkotikanya itu sendiri,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (15/12).

Dalam konferensi pers tersebut, Polri menyebutkan adanya penurunan sitaan pada beberapa jenis narkotika seperti ganja, hashish, dan tembakau gorila.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto menyatakan bahwa penyitaan-penyitaan ini berhasil menyelamatkan 1,445 ribu orang anak bangsa.

Mengenai menurunnya sitaan, Yohan menilai bahwa hal ini dapat dipahami karena merupakan pola yang kerap terjadi di akhir tahun.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here