MIUMI Aceh: Survei Setara Institute Ngawur

Ia menuturkan, selama empat puluh tahun sejak lahir sampai hari ini, belum pernah mendengar atau melihat konflik agama di Banda Aceh. Faktanya, Aceh secara umum dan Banda Aceh secara khusus termasuk daerah yang paling toleran terhadap pemeluk agama dari dulu masa kerajaan Aceh sampai hari ini. Selama ini, Syariat Islam yang berlaku di Aceh telah memberikan kenyamanan kehidupan antar umat beragama. Hal ini diakui oleh para pemeluk agama lain.

“Kehidupan beragama di Banda Aceh sangat kondusif dan harmonis. Tidak ada konflik atau keributan yang bermotif agama antar pemeluk agama dari dulu sampai hari ini. Selama ini, para pemeluk agama saling menghormati dan menghargai. Banda Aceh termasuk kota yang paling toleran di Indonesia, bahkan dunia sebagaimana yang kami rasakan sebagai warga kota Banda Aceh,,” kata pengurus Dewan Dakwah Aceh ini.

Seperti diketahui, Tahun 2018 Kementerian Agama kota Banda Aceh bersama FKUB Banda Aceh mendeklarasikan Banda Aceh sebagai Kota ramah dan sangat kondusif kehidupan antar umat beragama. Hal ini juga diakui oleh umat kristen, Hindu dan Budha yang berdomisili di Banda Aceh.

Sebelumnya pada tahun 2017, Pemko Banda Aceh menobatkan sebuah desa di kota Banda Aceh yang bernama Gampong Mulia sebagai Gampong Sadar Kerukunan setelah melalui penilaian tim Kanwil Kemenag Aceh dan FKUB. Desa ini dihuni oleh berbagai etnit dan agama (Islam, Budha, Kristen Katolik dan Protestan). Meskipun demikian, tidak ada kasus konflik bermotif agama di desa ini sejak dulu sampai hari ini.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here