MIUMI Aceh: Survei Setara Institute Ngawur

“Meskipun penduduk Banda Aceh hampir seratus persen muslim, namun kebebasan beragama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing tetap diakui dan dihormati. Tempat-tempat ibadah bagi non muslim diizinkan sesuai aturan izin mendirikannya. Tidak ada larangan mendirikan rumah ibadah bagi agama selain Islam kecuali bertentangan dengan aturan yang berlaku. Begitu pula tidak ada larangan mereka beribadah di tempat ibadahnya masing-masing. Bahkan warga non muslim bisa tinggal berdampingan dengan umat Islam,” Yusran memaparkan.

Karena itu, Yusran meminta Setara Institute harus segera mencabut pernyataannya tersebut dan meminta maaf kepada Pemkot dan warga kota Banda Aceh lewat media-media. Ia menilai pula survei itu ngawur dan intoleran, dan justru menimbulkan masalah dan kegaduhan dengan mendiskreditkan umat Islam di Indonesia, khususnya umat Islam di Aceh.

“Tidak ada manfaat sedikitpun. Yang ada justru buat masalah dan keributan. Sepertinya ada pesan-pesan sponsor dari pihak tertentu yang berupaya untuk mendiskreditkan Islam dan umat Islam di Indonesia. Mengingat, adanya keinginan beberapa daerah di Indonesia yang ingin melahirkan dan menerapkan perda-perda syariat,” imbuh Anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara ini.

(Ahmad Z.R)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here