PBB Bulat Pilih Prabowo

Caleg PBB Ahmad Yani (kiri), Wasekum Dewan Da'wah Taufik Hidayat (kedua kiri), Wakil Ketua MIUMI Ustaz Adnin Armas (kedua kanan), dan Ustaz Jel Fathulloh (kanan). Foto: Dok. Humas Dewan Da'wah.

Pendukung PBB dan caleg-caleg PBB tidak perlu merisaukan langkah YIM. Yang penting, pilihan PBB sudah bulat untuk paslon 02.

Indonesiainside.id, Jakarta — Anggota Pembina Dewan Da’wah KH. Cholil Ridwan mengatakan, sudah 10 tahun Partai Bulan Bintang (PBB) tidak memiliki wakil di parlemen, baik di DPR Pusat maupun di DPR Provinsi. Kyai Cholil Ridwan menyampaikan hal itu dalam kapasitasnya sebagai salah satu pendiri PBB.

“Ini bukan salah Ka’ban, bukan salah Yusril. Ini salah umat Islam,” ujar Kyai Cholil Ridwan sambil menekankan perlunya umat dan caleg PBB meluruskan niat. “Mari kita menangkan PBB, dengan atau tanpa Yusril,” ujar kyai yang berperan sebagai keynote speaker acara Talkshow “Memenangkan PBB Melalui para Caleg Pro Ijtima’ Ulama” Jumat siang kemarin (14/12).

Persoalan di internal PBB terjadi sejak Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (YIM) menerima tawaran menjadi penasihat hukum kubu 01 Jokowi-Ma’ruf. Meski YIM menerima tawaran tersebut dalam kapasitasnya sebagai advokat, predikat ‘cebong’ tak pelak tersemat kepadanya akibat kekecewaan umat, para pendukung partai dan para caleg PBB. Di media sosial kata-kata ‘nyebong’ dan serupa itu bertebaran. Perpecahan pun tak pelak terjadi di antara para caleg PBB. Sebagian mendukung kubu 01, dan sebagian lainnya mendukung kubu 02 hasil Ijtima’ Ulama 2.

Tampil sebagai narasumber acara talkshow yang berlangsung di Aula Masjid Al-Furqan di markas Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Jl. Kramat Raya 45, Jakarta, adalah DR. Ahmad Yani S.H., MH., Ustadz Jel Fathulloh, Ustadz Bernard Abdul Jabar, Adnin Armas, MA, Ustadz Dedi Suhardadi SH, SE dan Ustadz M. Khathath. Adapun H. Taufik Hidayat S.Sos, MA, Wasekum Dewan Da’wah bertindak sebagai Moderator. Para tokoh ini menginisiasi acara pertemuan antara aktivis PBB, ulama dan tokoh masyarakat berawal dari keprihatinan mulai munculnya perpecahan di antara caleg PBB dan masyarakat pendukung PBB.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here