Perludem Pertanyakan Substansi Kampanye Dua Paslon

Titi (kedua dari kiri) saat diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu (15/12). Foto : Rengga Permana

Kampanye pilpres yang telah berjalan tiga bulan, dianggap minim mensosialisasikan program atau visi dan misi. Dua pasangan calon yang berkompetisi cenderung tenggelam dalam gimmick politik.

Indonesiainside.id, Jakarta — Dua pasangan calon peserta Pemilu 2019, harusnya bisa bertarung di ranah ide dan gagasan. Sehingga semangat perbaikan dalam pesta demokrasi lima tahunan betul-betul dirasakan masyarakat.

Sementara saat ini, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menilai dua paslon presiden dan wakil presiden Indonesia lebih suka ‘berselancar’ di permukaan saja. “Kedua calon ini fokus kampanye,  tetapi berbicara program masih sangat minim. Settingan itu lebih mengemuka,” kata Titi di Menteng, Jakarta, Sabtu (15/12).

Riset dan analisa Perludem, kata dia, menunjukkan masyarakat yang telah melek politik menginginkan dua kontestan menguliti substansi. Bukan malah beradu gimmick kampanye yang sama sekali tidak penting.

Program dan gagasan, sebut Titi, sangatlah dinanti ketimbang saling sindir, atau bahkan mempersoalkan hal yang tak ada relevansinya. Kesadaran mengenai hal ini amatlah penting. Sebab saat ini antusiasme masyarakat mulai menurun akibat pembahasan yang tak substansial.

Jika diteruskan, Titi menyebut masyarakat akan kelelahan dengan hal ini, dan mereka cenderung apatis. “Jangan sampai masyarakat kejenuhan dan kelelahan dari diskursus harapan masyarakat,” ujarnya.

Senada, pakar komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto menyebut empat bulan sisa masa kampanye, seharusnya dijadikan momentum menyajikan gagasan unggulan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here