Penyelenggara Pemilu Jangan Terjebak Temuan Seremonial

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sejauh ini dinilai kurang greget mengawal kampanye pemilihan presiden. Penyebabnya, karena mereka terkesan terlalu fokus pada sesuatu yang bersifat seremonial.

Indonesiainside.id, Jakarta — Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Ferry Juliantono mengkritisi kinerja KPU dan Bawaslu saat ini. Karena terkesan tidak menyoal substansi pengawasan pemilu, namun berkutat pada temuan-temuan yang diumumkan secara seremonial dan simbolik pada publik.

“Kemudian kurang terlihat ada tindakan pemberian sanksi dan tindakan lain-lain yang menjelaskan posisi pengawas itu,” ujar Ferry di Jakarta, Minggu (16/12).

Salah satu solusi mengatasi ini, kata Ferry, yakni membuat tata kelola pemilihan umum seterbuka mungkin. Sehingga tak ada ruang untuk berkutat di hal-hal yang tak substansial, seperti seremoni dan lainnya. Untuk membuat pemilu sangat terbuka, diperlukan pengawas lebih banyak.

Ferry mengusulkan ada pelibatan lembaga pengawas dari luar negeri. Sebab ada independensi yang dipegang teguh oleh pemantau pemilu, baik dari Asia dan Eropa.

Hal ini, kata dia, didukung oleh Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Menurut Ferry, dukungan pengawasan akan mencegah potensi kecurangan.

“Kalau makin banyak yang mantau itu kan meminimalisir potensi kecurangan, potensi kerawanan sosial, kerusuhan dan sebagainya,” beber Ferry.

Lebih lanjut, ia menyebut usulan ini bukan untuk menyerang KPU sebagai kelembagaan. Namun lebih karena pengawasan Pemilu memang seharusnya diperketat. Jangan sampai ada celah berbuat curang, bagi pihak-pihak yang berkompetisi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here