Singgung Aturan Islam Soal Poligami, PSI Dinilai Tak Cerminkan Sikap Toleran

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kanan) didampingi Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni (kiri) ketika menghadiri Festival 11 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/12/2018). Foto: Antara

Ketua Umum PSI Grace Natalie dinilai tidak mengerti syariat Islam, sebab bila dia mengerti tentu tidak akan mengeluarkan ucapan atau gagasan yang seolah melecehkan tuntunan agama yang tercantum dalam Alqur’an tersebut.

Indonesiainside.id, Jakarta — Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) menilai gagasan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin melarang poligami bagi pejabat negara dan aparatur sipil negara dinilai tidak mencerminkan sikap toleran.

“Gagasan yang diusung Ketum PSI Grace Natalie itu jauh dari kata toleran. Itu juga merupakan sikap arogan yang sulit diterima. Betapa tidak, Grace Natalie yang selama ini sering mengkampanyekan Indonesia yang toleran sepertinya gagal membawa pesan itu dalam tatanan praktik,” kata Ketua Umum Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI), Farhan Hasan, di Jakarta, Minggu (16/12).

Ia menilai Grace tidak mengerti syariat Islam, sebab bila dia mengerti syariat Islam tentu tidak akan mengeluarkan ucapan atau gagasan yang seolah melecehkan tuntunan agama yang tercantum dalam Alqur’an tersebut.

“Poligami adalah bagian dari Syariat Islam yang ditetapkan menurut Al-Quran, Sunnah dan Ijma’ para ulama. Syariat poligami tersebut berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir,” tegas Farhan.

Meskipun dibolehkan, syariat Islam juga memberikan syarat yang tujuannya untuk melindungi hak-hak perempuan, di antara syarat itu adalah berlaku adil. Sang suami haruslah memiliki kemampuan untuk berlaku adil di antara istri-istrinya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here