Pigai: Pernyataan Adian Napitupulu Ahistoris

Pigai menjelaskan, banyak pembangunan ekonomi, keadilan dan kesejahteraan yang sangat dirasakan masyarakat Indonesia di zaman Soeharto. Namun, pasca reformasi sejak tahun 2000-an hingga saat ini kondisi tidak lebih membaik. Termasuk media dan kejaksaan yang dikuasai pemerintah.

Indonesiainside.id, Jakarta — Komisioner Komnas HAM 2014-2017 Natalius Pigai memberikan sanggahan atas surat terbuka Adian Napitupulu yang penuh tuduhan negatif terhadap pemerintahan era Presiden Soeharto.

Pigai tak menampik, sejak enam hingga tujuh tahun pergantian Presiden mulai dari Soekarno hingga SBY, banyak kesuksesan yang telah dibangun meski banyak juga kekurangan serta kelemahannya. Namun ia menyebut surat Adian merupakan pernyataan yang salah dan ahistoris. Sebab, melimpahkan semua kesalahan kepada Soeharto.

“Kalau kita evaluasi satu per satu, semua akan kita temukan sisi positif dan sisi negatifnya. Contoh seperti zaman Soekarno, ada sisi-sisi yang masih dipertanyakan publik. Bagaimana ia menggabungkan tiga senyawa nasionalis, agama dan komunis (Nasakom) dalam satu kesatuan. Artinya, kerusakan fundamentalis suatu bangsa karena wadah berfikir sejak saat itu,” ujar Pigai kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Senin (17/12).

Pigai menjelaskan, banyak pembangunan ekonomi, keadilan dan kesejahteraan yang sangat dirasakan masyarakat Indonesia di zaman Soeharto. Namun, pasca reformasi sejak tahun 2000-an hingga saat ini kondisi tidak lebih membaik. Termasuk media dan kejaksaan yang dikuasai pemerintah.

“Kalau kita mengatakan kerusakan bangsa ini ada akar historisnya, tidak bisa mengatakan Soeharto sendiri. Soekarno juga banyak. Hari ini, eksistensi sosial masyarakat Indonesia juga mengalami masalah. Antara lain potensi konflik horizontal antar suku, agama dan golongan. Artinya, kerusakan yang fundamental sekarang sedang terjadi di Indonesia,” tutur dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here