Indonesia Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Penindasan Muslim Uighur

Bentrokan polisi Cina dengan etnis Uighur pada Juli 2009 di Urumqi, ibukota wilayah otonomi Xinjiang Uighur Tiongkok dan pusat populasi etnis Uighur di negara itu. Foto: Eurasianet

Pemerintah RI harus mendesak Pemerintah PRC untuk mengijinkan Tim Pencari Fakta Independent untuk melakukan pencarian fakta terhadap dugaan pelanggaran HAM Berat dan Kejahatan terhadap Kemanusiaan di Xinjiang terhadap etnis Uihgur.

Indonesiainside.id, Jakarta — Berdasarkan laporan investigasi UN Committee on the Elimination of Racial Discrimination dan Amnesty International and Human Rights Watch pada bulan Agustus, sekitar dua juta warga Uighur ditahan otoritas Cina di penampungan politik di Xinjiang.

Selain itu sebagaimana yang telah diberitakan, banyak para tahanan yang dipenjara untuk waktu yang tak ditentukan dan tanpa dakwaan. Bahkan, penahanan tersebut tidak sedikit yang berujung pada penyiksaan dan kematian. Dimana posisi Indonesia sebagai negara muslim terbesardi dunia?

Ketua Komisi I DPR-RI, Abdul Kharis Al Masyhari mendorong pemerintah Indonesia segera melibatkan diri menegahi perlakuan rasis yang diterima muslim Uighur. Dia juga mengecam sikap pemerintah Cina yang menerapkan pelabelan negatif terhadap etnik minoritas Muslim di Xinjiang.

Menurut Abdul Kharis, yang Komisi-nya bermitra dengan Kementerian Luar Negeri, Indonesia perlu mendesak Pemerintah Cina agar Tim Pencari Fakta Independen dari luar diperbolehkan masuk ke negeri Tirai Bambu itu.

“Pemerintah RI harus mendesak Pemerintah PRC untuk mengijinkan Tim Pencari Fakta Independent untuk melakukan pencarian fakta terhadap dugaan pelanggaran HAM Berat dan Kejahatan terhadap Kemanusiaan di Xinjiang terhadap etnis Uihgur” katanya kepada Indonesiainside.id, Senin (17/12).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here