Pembangunan Rumah Pasca-Bencana Masih Terkendala

Rumah yang dibangun pasca-gempa di Lombok. Foto : Istimewa.

Meski demikian, sejumlah 198 unit rumah telah terbangun pasca-gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu. Dibangun dengan beberapa pendekatan yang diminati oleh para korban.

Indonesiainside.id, Lombok — Sejauh ini rumah yang dibangun tersebut menggunakan metode Risha (rumah instan sederhana sehat), Riko (rumah instan konvensional), Rika (rumah instan kayu), dan RCI (rumah cetak raswari Indonesia).

Berdasarkan data Pos Komando (Posko) Satuan Tugas Tahap Rekonstruksi dan Rehabilitasi pertengahan bulan ini, 2.910 unit rumah sedang dibangun dengan beberapa metode tadi.

Jumlah terbanyak yang sedang dibangun yaitu dengan metode Risha sejumlah 1.582 unit, disusul Riko 890 unit, Rika 430 unit, dan RCI 8 unit. Proses pembangunan tersebut tersebar di seluruh wilayah NTB.

Menurut Posko, peminat tertinggi untuk metode Risha dengan jumlah 6.917 kepala keluarga (KK), disusul Riko (4.438 KK), Rika (2.596 KK.) Sementara untuk rumah Cetak Raswari Indonesia (RCI) hanya 43 KK.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pemerintah membentuk kelompok masyarakat (pokmas) selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa. “Meskipun telah terbentuk pokmas, beberapa tantangan terjadi di lapangan sehingga menghambat proses rekonstruksi fisik pembangunan rumah,” katanya.

Beberapa kendala yang dihadapi seperti kurangnya tenaga kerja lapangan, lambatnya pembentukan pokmas dan proses verifikasi data, lambatnya pengadaan dan distribusi material bangunan, serta kepercayaan masyarakat terhadap fasilitator. Hingga kini (15/12), 1.681 pokmas yang terdiri atas 19.997 KK telah terbentuk.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here