Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Muslim Uighur

Kondisi umat muslim Uighur, China, harusnya menjadi perhatian Indonesia. Sebagai negara dengan mayoritas muslim, pemerintah Jokowi tak boleh tinggal diam.

Indonesiainside.id, Jakarta — Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mendesak pemerintah bersikap tegas atas sikap diskriminatif Pemerintah China terhadap muslim Uighur. Posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak, bisa menjadi kunci.

“Pemerintah harus segera melakukan aksi nyata dalam menghentikan diskriminatif rasial yang terjadi di China,” kata Dahnil di Jakarta, Selasa, (18/12).

Pemerintah, kata dia, bisa mengajak China agar tak melanggar deklarasi universal hak asasi manusia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Apalagi pembelaan terhadap Muslim Uighur juga adalah amanat pembukaan UUD 1945.

Ia menegaskan, politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif harus dilakukan pemerintah terhadap nasib jutaan muslim Uighur yang teraniaya.

Artinya, sebut Dahnil, Indonesia tak boleh ragu apalagi didikte oleh negara lain. “Apalagi terkait dengan kemanusiaan. Indonesia harus segera bertindak atas apa yang dilakukan pemerintah China. Karena ini mandat konstitusi,” sebut Dahnil.

Menurutnya, solidaritas dan dukungan Indonesia ini melebihi batas agama. Sama halnya dengan tindakan kekerasan dan diskriminasi terhadap etnis di negara lainnya. Dengan demikian, desakan ini lebih kepada nilai kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi.

Artinya, kata dia, status muslim Uighur sama dengan saudara kita di Palestina, Rohingya dan wilayah lain di bumi. “Ini karena amanat konsitusi yang kita anut agar nilai kemanusian dan perdamaian harus dijunjung tinggi,” tandasnya.

(Rengga Permana)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here