Penanggulangan HIV AIDS Terus Diupayakan

Hingga saat ini, tahanan dan WBP penderita HIV yang ditangani oleh Lapas dan Rutan berjumlah 1.042 orang. Perlu menjadi perhatian semua untuk menyadari pentingnya penanganan HIV-AIDS di Lapas/Rutan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2018, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan menyerukan pentingnya penanganan HlV-AIDS di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) dan Rumah Tahanan Negara (RUTAN). Acara diselenggarakan di LAPAS Khusus Narkotika Kelas II A, Jakarta, Senin (17/12).

Keberadaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan latar belakang kasus penyalahgunaan narkotika memberikan pemahaman umum bahwa Lapas dan Rutan dianggap sebagai salah satu tempat yang berisiko tinggi terjadinya penularan HIV.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami menyampaikan bahwa penanggulangan HIV AIDS bagi Tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas dan Rutan terus diupayakan Ditjen Pemasyarakatan.

“Sejak tahun 2003, Ditjenpas bekerja sama dengan berbagai instansi terkait seperti Kementerian Kesehatan, UNODC, PKNI, dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya melakukan penanggulangan di beberapa Lapas dan Rutan,” tutur Utami.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan bahwa HAS tahun ini mengusung tema ‘Saya Berani, Saya Hebat’. “Tema ini dipilih sebagai bagian dari pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam pencegahan HIV AIDS dengan pendekatan deteksi dini dan pengobatan segera atau early detection and prompt treatment,” ujar Nila.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here