BPN Tidak Gunakan Pasukan Siber

Paslon 02 Prabowo-Sandi. Foto: Istimewa.

Kubu 02 lebih mengandalkan kader dan relawan yang berjumlah 35 juta orang.

Indonesiainside.id, Jakarta — Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah telah mengerahkan pasukan siber di dunia maya dalam tahapan kampanye pilpres 2019. Alasannya, kubu 02 tidak punya uang.

Anggota BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya mengatakan, menggunakan pasukan siber membutuhkan dana yang tidak sedikit. Estimasinya sekitar Rp45 miliar hingga Rp 50 miliar. Anggaran pengadaan aplikasi khusus relawan senilai Rp300 juta saja dicoret karena BPN tak punya modal.

“Darimana uang sebanyak itu? Kami tidak punya biaya untuk itu. Memelihara bot, memelihara aplikasi penyerangan pakai hacker itu mahal biayanya,” terangnya.

Lalu bagaimana cara BPN kampanye di dunia maya? Ia menjawab BPN mengandalkan kader dan relawan yang jumlahnya sekitar 35 juta orang. Mereka menyebarkan informasi lewat grup WhatsApp dan media sosial lainnya.

“Ini hanya yang murah-murah saja, lewat email, direct message, WhatsApp group. Kita ada grup di 440 kota, 23 provinsi. Saya pegang 10 provinsi,” tuturnya.

Sebelumnya, GDI Labs merilis kajian kampanye di media sosial sepanjang 2018. Mereka menyimpulkan pendukung paslon Prabowo-Sandi di media sosial terindikasi pasukan siber.

(GER)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here