BPN: Muslim Uighur Luput dari Perhatian Indonesia

Bentrokan polisi Cina dengan etnis Uighur pada Juli 2009 di Urumqi, ibukota wilayah otonomi Xinjiang Uighur Tiongkok dan pusat populasi etnis Uighur di negara itu. Foto: Eurasianet

Represi terselubung pemerintah China terhadap umat muslim Uighur di Xinjiang, luput dari perhatian pemerintah Indonesia. Padahal pembelaan terhadap penindasan merupakan amanat konsitusi.

Indonesiainside.id, Jakarta — Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Taufan Rahmadi mendesak pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terkait muslim Uighur. Sebab berbagai tekanan, tindakan diskriminatif dan ketidakadilan nyata-nyata telah diterima etnis minoritas muslim Uighur di Xinjiang.

“Sikap tegas Indonesia harusnya bisa memberikan tekanan kepada pemerintah China untuk menghentikan berbagai tindakan diskriminatif terhadap masyarakat etnis Uighur,” kata Taufan di Jakarta, Rabu (19/12).

Indonesia, kata dia, memiliki populasi muslim terbesar di dunia. Namun tak bisa memberi sumbangsih apapun untuk muslim minoritas di Uighur, Xinjiang.

Atas dasar ini, Taufan mengaku kecewa dengan sikap netral pemerintah Indonesia atas tekanan dan tindakan diskriminatif yang dialami etnis minoritas muslim Uyghur. Lebih mirisnya, sikap netral Pemerintah Indonesia ini ditengarai akibat tekanan adanya kebijakan utang luar negeri dari pemerintah China.

“Membaca berita daring di Wartakotalive berjudul ‘Alasan Utang dan Investasi, Pemerintah Indonesia Tidak Akan mencampuri Kejahatan Kemanusiaan Uyghur’, membuat kecewa siapapun, terutama kita sebagai umat Muslim dunia,” bebernya.

Ia menegaskan, kepedulian Kita kepada muslim Uighur bukan semata mengenai agama, bukan pula mengenai batas-batas kedaulatan negara. Sebab hal ini masuk bencana kemanusiaan, dan perlawanan terhadap kesepakatan bersama dalam deklarasi universal hak asasi manusia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here