Fadli Zon: Politik Luar Negeri Era Jokowi Melempem

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berbicara kepada wartawan usai diskusi media Mengungkap Fakta Pelanggaran HAM Terhadap Etnis Uighur di kawasan Agus Salim, Menteng, Kamis (20/12). Foto: Suandri Ansah

Membandingkan dengan era Presiden Soeharto, Fadli mengatakan, politik luar negeri Indonesia saat itu termasuk yang paling berani.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon merasa pemerintah Indonesia sangat pasif dalam menyikapi kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di beberapa negara, yang terbaru yakni kasus pelanggaran HAM Cina terhadap Etnis Uighur.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, empat terbesar di dunia, kata Fadli, dan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia Indonesia mestinya bisa memimpin dalam isu penyelesaian konflik global.

“Pemerintah kelihatan tidak berdaya. Ini merupakan penurunan terhadap diplomasi politik luar negeri. Terlihat sekali politik luar negeri kita di era Jokowi sangat melempem,” katanya dalam diskusi di kawasan Agus Salim, Jakarta Selatan, Kamis (20/12).

Membandingkan dengan era Presiden Soeharto, Fadli mengatakan, politik luar negeri Indonesia saat itu termasuk yang paling berani.

Saat terjadi konflik Vietnam dengan Kamboja misalnya, Soeharto mengambil inisiatif menggelar Jakarta Informal Meeting (JIM) pada tahun 1988.

Pertemuan itu dilanjutkan dengan mengadakan JIM II pada bulan Februari 1989, dengan harapan muncul kesepakatan bagi negara-negara yang terlibat.

Walaupun tidak resmi, tetapi pertemuan itu berhasil menemukan solusi yang dianggap penting dalam penyelesaian konflik, yakni penarikan pasukan Vietnam dari Kamboja.

Kemudian, munculnya upaya untuk mencegah kembalinya rezim Pol Pot, yang semasa berkuasa di Kamboja telah melakukan pembantaian keji terhadap sekitar sejuta rakyat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here