GUIB Datangi Konjen China di Surabaya

Kebiadaban China harus segera dihentikan,” ujar GUIB dalam pernyataannya.

Indonesiaimside.id, Surabaya — Umat Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) hari ini, Kamis (20/12) mendatangi Konsulat Jenderal Republik Rakyat China (RRC), di Jl Mayjen Sungkono No 105 Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur guna menyikapi penindasan terhadap etnis Muslim Uighur di China.

Sekjend GUIB Jatim Mochammad Yunus menyatakan, kedatangan pihaknya ke gedung Konsulat Jenderal China untuk menanyakan kedzaliman, persekusi, dan intimidasi pemerintah RRC atas Muslim Uighur di Xinjiang, China.

“Kebiadaban ini harus segera dihentikan,” tegasnya sebagaimana pernyataannya diterima Indonesiainside.id, Kamis (20/12).

Sikap yang sama juga disampaikan Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN). H Agus Solachul A’am Wahib, Ketua BKSN, mengatakan, ada pembiaran atas penyiksaan Muslim Uighur. Umat Islam dunia tidak boleh diam.
“Hari ini kita tidak bisa berharap banyak kepada pemerintah. Kita saksikan tidak ada nyali untuk menekan RRC atas kasus ini,” demikian Gus A’am Wahib.

Penindasan terhadap komunitas Muslim Turki Uighur di China barat —termasuk laporan PBB adanya penahanan hingga satu juta orang etnis Muslim Uighur di kamp-kamp rahasia— bagian penting dari kebijakan Xi Ping.

Xinjiang, sebuah provinsi dengan jutaan orang Uighur, diterjemahkan menjadi “Dominion Baru.” Wilayah ini secara historis dan geografis dikenal sebagai Turkistan Timur. Meskipun negara China telah ada selama lebih dari 3.500 tahun, Xinjiang pertama kali menjadi bagian dari Dinasti Qing China hanya pada pertengahan abad ke-18. Sejak saat itu, wilayah ini sering berada dalam kondisi yang disebut penjelajah Inggris Fitzroy Maclean sebagai “turbulensi berkelanjutan. *

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here