KPK: Pengawasan Dana Hibah Olahraga Tidak Akuntabel

KPK
KPK. Foto: Istimewa

Dalam operasi tangkap tangan (OTT), tim KPK mengamankan sejumlah barang bukti antara lain uang Rp318 juta, buku tabungan dan ATM, mobil Chevrolet Captiva, serta uang tunai dalam bingkisan plastik di kantor KONI sekitar Rp7 miliar.

Indonesiainside.id, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara serius melakukan pembenahan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyaluran dana hibah.

“Serta memperhatikan aspek akuntabilitas penggunaan dana bantuan dari pemerintah pada organisasi-organisasi terkait,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/12) malam.

Hal tersebut dikatakannya terkait kasus korupsi penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) TA 2018.

“Jangan sampai alokasi dana hibah yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan prestasi olahraga lndonesia justru menjadi ruang bancakan karena lemahnya pengawasan dan mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang tidak akuntabel,” ujar Saut.

Seperti dilansir Antara, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu, antara lain diduga sebagai pemberi, yaitu Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA). Sedangkan diduga sebagai penerima, yakni Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP), yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, dan kawan-kawan serta Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga dan kawan-kawan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here