Pemerintah Diminta Tegas Terhadap Dubes Tiongkok

Persaudaraan Alumni 212 mendesak pemerintah mengusir Dubes China/Tiongkok dari Indonesia apabila tidak mau memberikan kemerdekaan pada muslim Uighur.

Indonesiainside.id, Jakarta — Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 (DPP PA 212) mengutuk keras pemerintahan komunis Tiongkok/China atas penindasan terhadap muslim Uigur di Provinsi Xinjiang, RRT. Seperti diberitakan media internasional, muslim Uigur di Provinsi Xinjiang mengalami penyiksaan, intimidasi, diskriminasi, pengucilan, penangkapan, dan pelarangan menjalankan ajaran agama.

“Kami mengecam keras perbuatan yang dilakukan oleh rezim Komunis Tiongkok (China) tersebut (karena) merupakan pelanggaran nyata atas Hak Asasi Manusia dan hukum internasional,” ujar Ketua Umum PA 212 Ustad Slamet Ma’arif di Jakarta, Rabu (19/12).

PA 212 menegaskan pentingnya kebebasan beragama bagi segenap manusia. Maka muslim Uighur yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang harus memiliki dan diberikan kebebasan menjalankan ajaran agamanya.

Karena itu, PA 212 mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI), PBB dan Komnas HAM RI untuk menyelamatkan nasib umat Islam Uighur dan bersikap tegas terhadap Rezim komunis Tiongkok/China untuk memberikan hak-hak sipil bagi mereka.

“Secara khusus kami meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk dapat menyalurkan sikap umat Islam Indonesia dengan bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah Komunis Tiongkok/Cina dan membela nasib umat Islam Uighur,” katanya.

Selain itu, PA 212 juga menyerukan Kepada umat Islam sedunia umumnya dan khususnya umat Islam Indonesia untuk melakukan gerakan solidaritas dengan menyalurkan bantuan dan pertolongan bagi saudara-saudara muslim Uighur melalui cara-cara yang memungkinkan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here