Erick Tohir Dilaporkan ke Bareskrim

Tim Advokat Indonesia Bergerak. Foto : Istimewa

Pernyataan terlapor dinilai dapat dikualifikasikan sebagai ujaran kebencian, dan/ atau tindak pidana menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang berpotensi terjadinya keonaran di kalangan rakyat.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin Erick Thohir melontarkan pernyataan kontroversial di media massa. Dia mengatakan, seolah-olah Cawapres Paslon Nomor Urut 02 Sandiaga Uno telah melakukan strategi playing victim ataupun bersandiwara, terkait dengan adanya poster-poster penolakan terhadap kehadirannya di Pasar Kota Pinang, Labuan Batu, Sumatera Utara.

Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) Djamaluddin Koedoeboen mengatakan, pernyataan Erick Thohir tersebut telah dibantah secara tegas oleh Drijon Sihotang selaku pemasang poster penolakan terhadap Cawapres Paslon Nomor Urut 02 Sandiaga Uno pada keesokan harinya, Jumat, 14 Desember 2018. Dalam acara “Apa Kabar Indonesia” di TV One.

Drijon Sihotang menyatakan dirinya memasang poster penolakan terhadap Sandiaga Uno adalah atas inisiatifnya sendiri, dan tidak disuruh ataupun diperintah oleh siapapun, karena dirinya memang pendukung Jokowi.

“Pernyataan Erick Thohir tentu saja tidak dapat dibenarkan, karena telah menimbulkan perdebatan, keresahan, maupun kerusuhan di antara pendukung masing-masing Capres,” ujar Djamaluddin.

Menurut dia, pernyataan Erick Thohir yang telah menimbulkan pertentangan dan keresahan di masyarakat tersebut, secara hukum dapat dikualifikasikan sebagai ujaran kebencian, dan/ atau tindak pidana menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang berpotensi terjadinya keonaran di kalangan rakyat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here