Bapak Ngajari Anaknya Menjadi Pribadi Penyabar

Tutut Seoharto saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad Majelis Taklim Faqihatuddin di Masjid Darussalam, Fatmawati. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Mbak Tutut merasa bersyukur karena lahir dari seoarang ayah dan ibu yang teguh memegang ajaran Rasulullah.

Indonesiainside.id, Jakarta — Siti Hardiyanti Rukmana atau akrab disapa Mbak Tutut menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darusaalam, Fatmawati, Jakarta Selatan Sabtu (22/12). Kehadiran Mbak Tutut sekaligus dalam rangka memenuhi undangan dan bersilaturahim dengan jamaah Majelis Taklim Faqihatuddin.

Pada peringatan maulid itu, MbakTutut mengajak jamaah yang hadir senantiasa menanamkan sifat sabar. Sabar, katanya, merupakan salah satu akhlak yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya. Putri sulung Soeharto ini juga mengingatkan jamaah agar tak sedikit pun menjadi pribadi pendendam.

Mbak Tutut bercerita, sewaktu Presiden Soeharto memilih berhenti dari jabatannya, ia dan anak-anak Soeharto lainnya dipanggil menghadap. “Waktu itu Bapak ingin berhenti jadi presdien, ” ujar Tutut.

Soeharto pun mengutarakan niatannya untuk berhenti menjadi Presiden, karena sebagaian rakyat memintanya mundur. “Kenapa Bapak berhenti, karena sudah diminta rakyat,” ujar Mbak Tutut mengenang kejadian 20 tahun silam.

Bapak Ngajari Anaknya Menjadi Pribadi Penyabar
Tutut Soeharto ditemani Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso berfoto bersama para jamaah. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Pernyataan Soeharto membuat anak-anaknya terkejut, “Pak kenapa, Bapak tidak melalukan sesuatu, karena yang sayang Bapak juga banyak,” ujar MbakTutut, kala itu. Namun, bapak saat itu cuma menjawab, Jangan kalau diteruskan nanti bisa perang saudara,” ujarnya.

Soeharto mengumumkan pemberhentian dirinya dengan hati legowo. Di sela-sela perbincangan itu, Soeharto sempat berpesan kepada putra-putrinya. Dia ingin anak-anaknya menjadi pribadi penyabar. Ia juga meminta agar mereka tidak menjadi pendendam. “Sampai saat ini kami terus mengikuti kata Bapak, ingat sabar dan jangan dendam,” tutur Mbak Tutut.

Ia merasa bersyukur karena lahir dari seoarang ayah dan ibu yang teguh memegang ajaran Rasulullah. “Bapak ternyata mengikuti apa kata rasul yang selalu sabar dan tidak pernah dendam. Alhamdulillah, saya lahir dari orang tua saya yang demikian,” tuturnya.

(Suandri Ansah)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here