MUI DKI Minta Umat Islam Tak Ikut-Ikutan Ucapkan Natal

Ketua MUI DKI Jakarta Munahar Mukhtar. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

MUI DKI mengajak umat Islam memperbanyak muhasabah jelang akhir tahun. Tidak ikut berhura-hura pada perayaan tahun baru.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta Munahar Mukhtar mengingatkan umat Islam agar menjaga erat tali persaudaraan dengan pemeluk agama lainnya. Menjelang Natal tahun ini, ia mengajak antarumat beragama saling menghargai.

“Menjelang natal saya berharap kita saling menghargai dan menghormati,” ujarnya saat peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Darussalam, Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (22/12) pagi.

Meski demikian, MUI tetap mengharamkan pengucapan selamat natal. Dia menjelaskan, pengucapan natal dapat merusak aqidah seorang muslim.

“Saling menghargai itu memang tugas kita, tapi MUI DKI sudah menyampaikan imbauan diharamkannya mengucapkan selamat natal kepada saudara kita yang sedang natal, karena menyangkut aqidah bagi kita semua,” jelas Munahar.

Selain itu, MUI DKI juga tidak ingin ada perusahaan retail dan restoran yang memaksakan penggunaan atribut natal bagi karyawannya yang beragama Islam. MUI DKI mengancam akn mencabut sertifikat halal bagi restoran yang melakukan pemaksaan atribut.

“Jangan memaksakan pemakaian atribut natal kepada karyawan karyawati kepada seluruh restoran. Kalau tetap dilakukan kami cabut label halalnya,” kata dia.

MUI DKI juga mengajak umat Islam memperbanyak muhasabah menjelang akhir tahun. MUI DKI mengimbau agar umat Islam tidak ikut berhura-hura pada perayaan tahun baru. “Lebih baik kita di rumah bersama keluarga sambil bertafaqur dan bermuhasabah,” kata Munahar.

(Suandri Ansah)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here