Aksi Cepat Tanggap: Korban Tsunami, lebih dari 200 Orang Meninggal

Hingga kini, korban luka tercatat sudah mencapai 624 jiwa. Data tersebut diambil dari 11 kecamatan di Pandeglang, di antaranya Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Menes, Cibaliung, Jiput, Cimanggu, Pagelaran, dan Bojong.

Indonesiainside.id, Pandeglang — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan bahwa Pandeglang menjadi wilayah yang paling parah terdampak tsunami di Selat Sunda kemarin malam. Tercatat ratusan orang meninggal akibat bencana ini.

“Daerah yang paling parah mengalami kerugian dan kerusakan paling parah adalah di Pandeglang. Jadi dari total 168 orang meninggal dunia, di Pandeglang tercatat 126 orang meninggal dunia,” jelas Sutopo kepada awak media di Kantor BPBD DIY, Ahad (24/12).

Kepala Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lukman Aziz mengatakan, jumlah korban tsunami hingga berita ini ditayangkan terus bertambah. “Per jam 15.00 WIB sampai sekarang sudah 200 jenazah yang kami evakuasi,” katanya kepada Indonesiainside.id, saat dikonfirmasi, Ahad (23/12).

Sementara, Tim Emergency Response Aksi Cepat tanggap (ACT) melaporkan, seluruh korban meninggal dunia ditampung di Puskesmas Carita yang terletak di Jalan Raya Carita-Labuan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. “Ini untuk titik Pandeglang Utara, penanganan evakuasi dipusatkan di Puskesmas Carita. Tim akan terus melakukan evakuasi karena dapat kabar masih banyak warga yang terdampar di pesisir pantai,” ungkap Dedi, Ahad (23/12).

Hingga kini, korban luka tercatat sudah mencapai 624 jiwa. Data tersebut diambil dari 11 kecamatan di Pandeglang, di antaranya Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Menes, Cibaliung, Jiput, Cimanggu, Pagelaran, dan Bojong.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here