Kemenpar Segera Aktifkan TCC

Telkom Cinangka tengah memperbaiki beberapa posisi kabel dan tiang telkom yang rusak dan jatuh diterpa gelombang, secara umum jaringan komunikasi sepanjang Carita tidak ada masalah, Senin (24/12). Foto: Istimewa.

Belajar dari pengalaman penanganan bencana erupsi Gunung Agung Bali, Gempa Lombok dan Palu, layanan terhadap wisatawan harus diberikan dalam bentuk layanan informasi, akomodasi, konsumsi serta imigrasi dan atraksi. Khususnya bagi mereka yang tertahan di bandara atau pelabuhan.

Indonesiainside.id, Pandeglang — Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah tsunami yang melanda pesisir Banten dan Lampung. Dampak terparah terjadi di Anyer dan Tanjung Lesung

Menpar juga memimpin langsung koordinasi penanganan bencana dengan jajaran terkait di Kemenpar sejak Sabtu malam.

Menpar minta Tim Crisis Center (TCC) segera diaktivasi, juga menyiapkan Holding Statemen dan koordinasi rencana pembentukan posko di lokasi terdampak. Terlebih, Tanjung Lesung masuk ke dalam 10 destinasi prioritas pemerintah. Atau, dikenal sebagai 10 Bali Baru.

“Bencana ini sangat di luar dugaan. Dan terjadi saat musim liburan di destinasi wisata. Kita berharap kondisi akan berangsur pulih,” papar Ketua Tim Crisis Center Kemenpar Guntur Sakti, yang langsung bergerak menindak lanjuti instruksi Menpar.

Guntur menjelaskan, langkah konkrit yang dilakukan, Ahad (23/12), sesuai instruksi menpar adalah, Stop Promosi di destinasi terdampak bencana. Juga menerbitkan holding statemen secara terbuka dan sejujur jujurnya. Kemenpar juga memberangkatkan Tim Advance untuk koordinasi rencana pembentukan posko di wilayah Banten dan Lampung.

“Ahad (23/12) kemarin, tim dari Destinasi Regional II Kemenpar berangkat ke Banten melalui jalur Pandeglang. Dan kita sedang koordinasi juga untuk wilayah Lampung Selatan,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here