Korban Meninggal Bertambah Jadi 281, Ini Prioritas Tim Evakuasi

Petugas mengawasi operator alat berat membersihkan tumpukan sampah yang porak poranda menutupi jalan setelah diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12). Foto: Antara

Kerusakan paling para ada di wilayah pesisir Pandeglang. Korban paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

Indonesiainside.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) memperbarui data jumlah korban meninggal akibat tsunami Selat Sunda. Data yang masuk hingga Senin (24/12) pagi ini tercatat 281 orang meninggal, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, prioritas penanganan saat ini adalah memperkuat koordinasi relawan dalam melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang. Penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, dan perbaikan darurat sarana prasarana juga mulai dilakukan.

Sementara itu, kerusakan fisik juga bertambah, meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Sutopo mengungkapkan, kerusakan paling para ada di wilayah pesisir Pandeglang.

“Korban paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo,” ujar Sutopo dalam siaran persnya kepada Indonesiainside.id, Senin pagi (24/12).

Data ini kemungkinan masih bisa bertambah mengingat belum semua berhasil didata. Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas. Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan.Pos kesehatan, dapur umum, dan pengungsian didirikan di beberapa tempat. Bantuan logistik terus disalurkan.

“Diduga masih ada korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan dan material yang dihanyutkan tsunami,” imbuh Sutopo.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here