Pasca-Tsunami, Jababeka Minta Penyelesaian Infrastruktur Tanjung Lesung

Sejumlah warga melintas di kawasan yang dilanda bencana Tsunami di Pantai Tanjung Lesung, Banten, Jawa Barat, Minggu (23/12/2018). Foto: Antara

Jababeka mendorong penyelesaian tol Serang-Panimbang dan penerbitan izin pembangunan bandara Panimbang guna mendongkrak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Indonesiainside.id, Jakarta — Tsunami yang terjadi di kawasan Selat Sunda pada Sabtu malam (22/12) telah memporakporandakan sejumlah infrastruktur di sepanjang pantai Lampung Selatan dan Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (24/12) tercatat yang meninggal sebanyak 281 jiwa.

Pengembang kawasan wisata Tanjung Lesung PT Jababeka Group selaku terdampak bencana turut merasa prihatin atas musibah ini.

“Kami turut berbela sungkawa terhadap keluarga yang terkena bencana dan kerusakan properti,” ujar Chairman PT Jababeka, Setyono Djuandi Darmono saat konferensi pers di kantornya, Menara Batavia, Jakarta Pusat.

Darmono mengatakan, bencana tsunami juga turut berdampak pada pengembangan wisata Banten Selatan khususnya kawasan Tanjung Lesung. Bagi Banten, katanya, Tanjung Lesung ibarat kawasan Nusa Dua Bali.

Guna membantu pemulihan pascabencana, PT Jababeka mengerahkan semua unit usaha terkait. “Kami berharap hotel segera beroperasi pada 1 januari. Karena banyaknya kamar yang dipesan, kami harus gerak cepat agar kamar bisa dimanfaatkan kembali,” tutur Darmono.

Ke depan, Darmono berharap ada peningkatan keamanan agar ketika bencana serupa terulang dampak kerusakan tak terlalu besar. Seperti pemecah ombak, sistem peringatan dini, dan shelter-shelter penyelamatan.

Lebih dari itu, Darmono juga mendorong penyelesaian jalan tol guna pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu. Saat ini, pemerintah tengah membangun akses tol Serang-Panimbang guna mendongkrak potensi wisata Tanjung Lesung.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here