Ustadz Bey: Perbanyak Istighfar Dan Shalat

Dai Dewan Da'wah Ustadz Bey Hanafi sedang membagikan logistik kepada penyintas tsunami Selat Sunda. Foto: Istimewa.

Tsunami di Selat Sunda diakibatkan oleh erupsi Anak Krakatau. Tanda alam yang merupakan peringatan dari Allah untuk manusia.

Indonesiainside.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga sore ini, Ahad (23/12), merilis 222 jiwa meninggal, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang akibat tsunami yang terjadi pesisir Banten.

Musibah ini, menurut dai senior Dewan Da’wah asal Pandeglang, Banten, Ustadz Bey Hanafi, harus diambil hikmahnya. Ia bersyukur wilayah sekitarnya tak terdampak tsunami susulan yang lebih besar.

“Sebab dari Cigeulis ke Pantai (Tanjung Lesung) sekitar enam kilometer. Posisi kami disini (Cigeulis) tinggi, makanya penduduk tidak terkena. Untuk Panembang tidak begitu parah. Nah, kalau di Kecamatan Sumur, rumah warga banyak yang hancur dan banyak juga warga yang meninggal,” ujarnya kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Ahad (23/11).

Saat ini, Ustadz Bey bersama warga sekitar Cigeulis, Banten sedang mengungsi di masjid dan majelis taklim daerah tersebut. Sebagian sudah kembali ke tempatnya dan menemui keluarganya.

Ustadz Bey mengingatkan kepada masyarakat agar mengambil ibrah (hikmah) dari kejadian tersebut dan beberapa bencana yang sebelumnya, antara lain umat Islam khususnya warga Banten memperbaiki amal shalihnya.

“Banyak istighfar. Karena ini merupakan teguran dari Allah. Mungkin kita banyak salah. Kemudian lebih ditingkatkan shalat baik wajib maupun sunnahnya. Ini PR kita juga sebagai dai untuk saling mengingatkan,” tandasnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here