Gelombang Laut Naik, Evakuasi Sempat Dihentikan

Tim SAR dan keamanan kawasan wisata Tanjung Lesung ditarik mindur setelah mendengar kabar adanya gelombang susulan. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Sejak tsunami sampai sekarang, Selasa (25/12) gelombang susulan masih sering terjadi dengan intensitias ketinggian bervariasi. Gelombang dipicu aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

Indonesiainside.id, Jakarta — Proses evakuasi di kawasan wisata ekonomi khusus (KEK) pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten sempat terhenti karena gelombang laut kembali naik. Berdasarkan pengamatan visual pihak pengelola, gelombang naik setinggi empat meter.

“Jadi memang ada pengamatan, termasuk sinyal dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) baru saja terjadi gelombang tinggi,” ujar Direktur PT Banten West Java, Kuntowijoyo sebagai pengelola di lokasi.

Kuntowijoyo menyampaikan, sejak tsunami sampai sekarang, Selasa (25/12) gelombang susulan masih sering terjadi dengan intensitas ketinggian bervariasi. Gelombang dipicu aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

Tak mau ambil risikio, pengelola menarik mundur Tim SAR, termasuk para pekerja kawasan dari bibir pantai.

“Maka kita perintahkan yang di sisi kita minta keluar,” katanya. Sampai sekitar satu jam jika gelombang terpantau aman, evakuasi bisa dilanjutkan.

Sampai Selasa siang, relawan telah menemukan satu jenazah. Pencarian masih terus dilakukan sebab masih banyak korban hilang yang belum ditemukan

“Disinyalir masih ada di laut. Sepertinya mereka terbawa laut dan nanti biasanya laut mengembalikan kembali,” ujar Kuntowijoyo.

(Suandri Ansah)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here