Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Lampaui 300 Jiwa

Korban meninggal tsunami di Selat Sunda terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 300 orang meninggal dunia akibat bencana itu.

Indonesiainside.id, Jakarta — Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus melakukan evakuasi korban bencana tsunami Selat Sunda. Titik-titik yang sebelumnya sulit dijangkau, saat ini telah berhasil di sisir. Hasilnya, temuan korban meninggal terus bertambah dari sebelumnya di angka 200-an orang.

“Hingga Senin (24/12/2018) pukul 17.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi,” kata Sutopo di Command Center BNPB Pusat, Jakarta hari ini.

Ada pun terkait kerugian fisik, ia menyebut ada 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan vila rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak.

Sutopo membeberkan, bencana tsunami ini melanda daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, dan di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Menurutnya, jumlah korban dan daerah yang terdampak paling parah kerusakannya adalah daerah pesisir di Kabupaten Pandenglang. Di daerah ini merupakan kawasan wisata pantai dengan fasilitas hotel dan vila yang banyak berderet di sepanjang pantai.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here