BNPB: Krakatau Terus Lontarkan Lava dan Awan Panas

ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/pras.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung, tremor menerus dengan amplitude 8-32 milimeter, dan terdengar dentuman suara letusan

Indonesiainside.id, Jakarta — Sejak Sabtu (22/12), otoritas kebencanan pemerintah mengamati adanya letusan pada Anak Krakatau tipe Surtseyan, yaitu alira lava atau magma yang keluar kontak langsung dengan air laut. Letusan itu memicu debit volume magma yang dikeluarkan meningkat dan lubang kawah membesar.

“Kemungkinan terdapat lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air laut. Sejak itulah letusan berlangsung tanpa jeda. Gelegar suara letusan terdengar beberapa kali per menit,” ujar Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya, Kamis (27/12).

BNPB mengungkapkan, saat ini aktivitas letusan masih berlangsung secara menerus, yaitu berupa letusan Strombolian disertai lontaran lava pijar dan awan panas. Kemarin (26/12) terpantau letusan berupa awan panas dan Surtseyan. Awan panas inilah yang kemudian memicu hujan abu. Abu vulkanik menyebar ke baratdaya ke laut.

Adanya beberapa lapisan angin pada ketinggiaan tertentu mengarah ke timur menyebabkan hujan abu vulkanik tipis jatuh di Kota Cilegon dan sebagian Serang sejak kemarin (26/12) sekitar pukul 17.15 WIB.

“Ini tidak berbahaya. Abu vulkanik justru menyuburkan tanah. Masyarakat agar mengantisipasi menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar saat hujan abu,” kata Sutopo.

Aktivitas vulkanik Anak Krakatau terus meningkat. Untuk itu, PVMBG Badan Gelologi Kementerian ESDM telah menaikkkan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), dengan zona berbahaya diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here