Membangun Akhlak Bangsa Melalui Ketahanan Keluarga

Suasana seminar di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (27/12). Foto: Ahmad Z.R.

Ketahanan keluarga merupakan tonggak dalam melahirkan generasi yang berkualitas. Hal tersebut merupakan perintah Allah untuk menjaga setiap diri dan keluarga dari api neraka.

Indonesiainside.id, Jakarta — Kerusakan akhlak dan moral merupakan indikasi hancurnya suatu tatanan bangsa. Maka, untuk dapat memperkuat ketahanan bangsa adalah dengan menjaga tatanan terkecil, yakni keluarga.

Ketua Umum Muslimat Al-Ittihadiyah Hartini Salamah menuturkan, beberapa problematika keumatan dan kebangsaan datang silih berganti. Jika tak dapat diantisipasi, maka dapat menggerus akhlak dan moral generasi muda. Ketahanan keluarga menjadi penting untuk menjaga kualitas bangsa.

“Ayah dan Ibu harus memiliki komitmen dalam melahirkan generasi penerus bangsa. Selain itu, derasnya kemajuan teknologi harus diantisipasi agar tidak membawa dampak negatif,” ujarnya dalam seminar ‘Membangun Akhlak Bangsa Melalui Ketahanan Keluarga’ di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (27/12).

Menurut dia, ada beberapa dimensi untuk membangun ketahanan keluarga. Dimensi pertama yakni dimensi ilahiyah. Para orang tua harus memberikan pemahaman agama kepada anak untuk memproteksi dari hal-hal negatif.

“Dimensi kedua adalah komitmen suami istri dalam menjaga ketahanan keluarga. Sebab, seringkali ketika seorang istri sudah merasa sukses dengan karirnya, dia merasa dapat hidup tanpa peran suami. Mudah-mudahan para ibu dapat komitmen dalam membangun generasi yang beriman dan bertaqwa,” katanya.

Bahaya pergaulan bebas
Salah satu kerusakan moral yang melanda generasi muda saat ini adalah bahaya pergaulan bebas dan perilaku LGBT (lesbian, gay, bisexual, dan transgender). Wasekum Persaudaraan Alumni 212 Ustaz Fikri Baleno menjelaskan bahwa Allah telah menjelaskan perilaku yang dibenci tersebut dalam Al-Quran. Di antaranya surat Al-A’raf, Hud, Al-Hijr, Al-Anbiya, Al-Haj, Syu’ara, An-Naml, Al-Ankabut, Ash-Shaffat, Shad, Qaf.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here