Cerita Relawan ACT Membuka Posko di Sumur Banten

Seperti fase darurat bencana pada umumnya, ACT fokus pada proses evakuasi dan medis

Indonesiainside.id, Jakarta — Kecamatan Sumur, Pandeglang Banten merupakan salah satu terdampak tsunami yang paling parah. Letaknya yang hampir menyentuh laut membuat daerah ini mengalami kerusakan masif di sepanjang pesisir pantainya.

Salah satunya, Pasar Ikan Sumur yang terletak di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Hampir seluruh bangunan, baik ruko-ruko pasar maupun rumah warga yang letaknya persis di pesisir, rata dengan tanah.

Sejak bisa diakses pada Selasa (25/12) lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) segera menyusuri lokasi itu. Kepada Indonesiainside.id, relawan ACT membagikan kisahnya.

Pagi yang hujan, tim bergegas dari Labuan, melewati Panimbang, lalu Cibaliung untuk menuju Kecamatan Sumur. Jalanan berkelok mendominasi, khas wilayah perbukitan. Semula jalanan lancar, namun sesaat masuk ke jalan utama Cibaliung-Sumur, perjalanan tim sempat tersendat oleh kemacetan.

Pengendara yang melaju diminta memperlambat kecepatannya, jalanan yang basah karena hujan, dikhawatirkan licin. Kondisi jalan rusak pada 10 kilometer terakhir.

“Jadi, dari Labuan ke Sumur, tim harus menempuh waktu perjalanan lebih kurang 3 jam dengan jarak sekitar 70 kilometer,” ujar Vice President ACT Ibnu Khajar.

Setibanya di Sumur, Tim dibagi menjadi tiga yakni tim evakuasi, tim assessment, dan tim pendirian posko. “Tim kami sudah dalam peninjauan, sejak hari pertama sudah ada ratusan korban meninggal dunia ditemukan,” kata Ibnu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here