Infrastruktur Trans Jawa Pepesan Kosong

Keberhasilan pembangunan tol Trans Jawa dianggap sebagai klaim sepihak. Sebab ada bagian tol yang rusak di Boyolali, Jawa Tengah.

Indonesiainside.id, Jakarta —┬áJuru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara menyebut tol Trans Jawa di KM 489 Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, ambrol. Dengan demikian, pemerintah harus mengevaluasi gembar-gembor pembangunan infrastruktur.

“Bukan prestasi namanya kalau pemerintah bangun tol seperti kerupuk. Pembangunan infrastruktur harus berkelanjutan,” kata Suhendra di Jakarta, Kamis, (27/12).

Menurutnya, hasil kerja itu tak selaras dengan janji-janji pemerintah. Terlebih untuk menunaikan janji itu, perlu banyak utang ke luar negeri. Ujungnya, proyek gagal dan tak berkelanjutan.

Terkait proyek tol Trans Jawa, ia menyebut posisi jalan lebih tinggi dari persawahan di sekitarnya, yakni sekitar 5 meter. Suhendra menduga hal serupa terjadi di titik-titik lain. Mantan Staf Khusus Menteri Pembangunan Umum ini meminta pemerintah mengaudit total proyek tersebut.

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat pengguna jalan tol. Jangan sampai keselamatan mereka dikorbankan gara-gara proyek kejar tayang ini,” terang Suhendra.

Audit menyeluruh diperlukan, kata dia, sebab ada kesan proyek infrastruktur terburu-buru dan dijadikan komoditas kampanye. Selain itu, proyek yang kejar tayang ini menyebabkan kualitas pengerjaannya berantakan, misalnya soal materi bangunan dan keselamatan pekerja.

“Karena sudah ada contoh selama 2018 kecelakaan kerja sangat banyak terjadi,” tandasnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here