Refleksi Indonesia 2018, Menyisakan Banyak Persoalan

Din Syamsuddin (kanan) dan Siti Zuhro saat deklarasi Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) di Jakarta. Foto: Liputan6.com/Johan Tallo

Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) sebagai gerakan rakyat Indonesia lintas agama, suku, profesi, dan gender berkomitmen untuk memajukan kehidupan bangsa sesuai dengan cita-cita nasional Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua DN-PIM Siti Zuhro mengatakan bahwa telah terjadi distorsi, deviasi, dan disorientasi kehidupan kebangsaan Indonesia dari cita-cita nasional yang telah diletakkan para pendiri bangsa. Kehidupan Bangsa Indonesia yang majemuk atas dasar agama, suku, bahasa dan budaya seyogyanya mencerminkan prinsip Bhineka Tunggal Ika, bersatu walau berbeda. Namun, pada kenyataannya keluarga besar bangsa terjebak ke dalam egosentrisme atau primordialisme, baik keagamaan, kesukuan, maupun kepentingan politik sempit dan kepentingan bisnis.

“Selain itu, kesenjangan sosial-ekonomi, lebarnya jurang antara yang kaya dan miskin, dan rendahnya kadar empati dan solidaritas sosial membawa dampak sistemik terhadap integrasi dan integritas bangsa,” kata Siti Zuhro di Jakarta, Kamis (27/12).

Hal tersebut diperburuk oleh rendahnya derajat kepastian dan keadilan hukum, menurunnya nilai keadaban publik, hilangnya kejujuran, merajalelanya buta aksara moral dan rendahnya daya saing bangsa. Keadaan tersebut pada akhirnya membawa bangsa Indonesia kepada suatu keadaan retaknya kebangsaan Indonesia.

Ada delapan catatan DN-PIM. Pertama, terkoyaknya kohesi sosial. Menurut dia, suatu masalah serius bagi bangsa Indonesia dewasa ini adalah adanya fenomena terkoyaknya kohesi sosial dalam masyarakat. Hal ini ditandai, antara lain oleh berkembangnya rasa saling tidak percaya, saling tidak menghormati, saling curiga, dan saling mencermati di antara kelompok dalam masyarakat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here