Refleksi Indonesia 2018, Menyisakan Banyak Persoalan

Keenam, buta aksara moral. Buta aksara moral merupakan masalah mendasar di tubuh bangsa yaitu dengan adanya pelanggaran moral oleh kaum terdidik sekalipun. Banyak kaum terdidik terjerat masalah hukum, terutama tindak pidana korupsi.

Ketujuh adalah rendahnya daya saing bangsa. Siti menjelaskan, tahun 2045 diharapkan menjadi Tahun Keemasan Indonesia (golden age) bagi Indonesia. Pada saat itu Indonesia diharapkan menjadi negara maju dan berdaya saing tinggi. Sayangnya saat ini daya saing bangsa Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM Indonesia.

Kedelapan, yakni distorsi wacana kebangsaan. Selama 2018 sangat terasa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terbelah menjelang pilpres 2019. Bangunan kehidupan berbangsa dan bernegara nyaris tanpa henti dihujani slogan-slogan dan diksi-diksi politik yang negatif, tidak etis dan sarkastik yang merugikan publik. Elemen-elemen bangsa seolah tak berdaya, larut dan terlibat dalam kondisi tersebut.

“Atas dasar itu DN-PIM mengajak semua anak bangsa untuk kembali pada cita- cita luhur bangsa Indonesia. Negara kita adalah milik bersama dan untuk bersama,” tandas Siti Zuhro.

(Ahmad Z.R)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here