Prabowo Tak Mungkin Nikmati Kekuasaan Orde Baru

ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/aww.

Pernyataan Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, tentang Prabowo Subianto yang menikmati KKB zaman Presiden Soeharto, dianggap ngawur. Narasi itu cenderung menyesatkan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade melihat pernyataan Karding menyesatkan. Karena tak didasari fakta yang kuat dan cenderung menyudutkan.

“Ini kan asbun, asal bunyi, membangun narasi yang menyesatkan soal bisnis Pak Prabowo,” ujar Andre, Sabtu (29/12).

Menurutnya, tak ada yang dinikmati Prabowo, terlebih soal bisnis. Sebab Ketum Gerindra itu memulai bisnisnya usai pensiun dari tentara, dan sepulang dari Yordania.

Artinya, kata Andre, Prabowo baru berbisnis setelah tahun 2000. “(Dia) membangun bisnisnya 2001, dan itu Pak Harto sudah berhenti tahun 1998. Berarti (Karding) asal bunyi,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjabarkan bahwa Prabowo-Sandiaga didukung Gerindra, PAN, PKS hingga Demokrat. Partai-partai itu merupakan parpol anak kandung reformasi dan berkomitmen untuk memerangi KKN.

Sehingga pernyataan Karding soal KKN dinikmati Prabowo, sangat tak berdasar. Andre menilai hal itu adalah upaya kompetitor menurunkan elektabilitas Prabowo yang mendekati petahana.

Publik juga harus tahu, kata dia, bahwa dalam satu bulan belakangan ada wacana yang menggiring dan menyerang personal Prabowo. Misalnya isu Islam radikal, pro khilafah, tak bisa jadi imam salat, perayaan Natal dan isu HAM.

“Saya rasa ini bentuk dari strategi yang memang sengaja dimainkan oleh kubu Pak Jokowi, menyerang mendiskreditkan Pak Prabowo,” beber Andre.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here