PVMBG Sebut Potensi Tsunami Susulan Relatif Kecil

Ilustrasi aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi. Foto: ANTARA

Tsunami susulan bisa terjadi apabila ada reaktivasi struktur patahan atau sesar yang ada di Selat Sunda

Indonesiainside.id, Jakarta — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merilis laporan bahwa potensi tsunami susulan di Selat Sunda sekarang ini relatif kecil.

Tsunami susulan di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau bisa terjadi apabila ada reaktivasi struktur patahan atau sesar yang ada di Selat Sunda.

Berdasar amatan PVMBG pada aktifitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, saat ini letusan bersifat impulsif. Artinya sesaat sesudah meletus tidak nampak asap yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau.

PVMBG menerangkan, terdapat dua tipe letusan, yaitu letusan Surtseyan yang terjadi karena magma yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau bersentuhan dengan air laut, dan strombolian.

“Dengan kondisi seperti saat ini, potensi yang paling memungkinkan adalah terjadinya letusan-letusan Surtseyan,” kata PVMBG dalam keterangan resminya yang diterima Indonesiainside.id, Sabtu (29/12)

Letusan jenis ini karena terjadi di permukaan air laut, meskipun bisa banyak menghasilkan abu, tapi tidak akan menjadi pemicu tsunami. Meski demikian, potensi bahaya lontaran material lava pijar masih ada.

“Dengan jumlah volume yang tersisa tidak terlalu besar, maka potensi terjadinya tsunami relatif kecil, kecuali ada reaktivasi struktur patahan atau sesar yang ada di Selat Sunda,” terang PVMBG.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here