BPN: Tes Baca Tulis Al Quran Kurang Diperlukan

Tes baca tulis Al-Quran bagi dua pasangan calon presiden yang diminta oleh Dewan Ikatan Dai Aceh, tak perlu dilakukan. Sebab yang lebih penting adalah pengamalan dari kitab suci itu.

Indonesiainside.id, Jakarta — Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sodik Mudjahid menyebut nilai-nilai Al-Quran amatlah penting dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bagaimana mengamalkannya secara demokratis dan konstitusional di NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 45,” ujar Sodik Mudjahid saat dihubungi, Minggu (30/12).

Dewan Ikatan Dai Aceh mengundang Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga untuk hadir baca Al-Quran di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Januari 2019.

Ada pun Sodik menghubungkan tes baca Al-Quran bagi paslon pilpres, dengan tes calon Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kandidat Ketum PSSI tak diuji bagaimana cara bermain bola, namun dilihat visi, misi dan programnya.

“Prinsip itu yang lebih penting bukan hanya mampu membacanya dalam bahasa Arab,” kata Ketua DPP Gerindra itu.

Ia tak menampik pemahaman atas Al-Quran sangat penting bagi capres. Namun kemampuam atas baca tulis Al-Quran bukan sebagai syarat. Lagi pula, ia melihat adanya pengujian terkait visi misi lebih cocok dibeberkan dalam debat.

“Bisa tampak dalam debat, dalam pidato dan dalam pendapat dan pikirannya selama ini,” ujar Sofik.

Untuk diketahui, usulan Dewan Ikatan Dai Aceh ini bertujuan untuk mengakhiri polemik keislaman Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here