BPN: Hentikan Isu SARA

Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade. Foto: Breakingnews.co.id

Tes baca Al-Quran capres dan cawapres yang diusulkan Ikatan Dai Aceh, dianggap telah menyentuh ranah SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan). Oleh karenanya, usulan terkait hal ini sebaiknya dihentikan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo dan Sandiaga Uno, Andre Rosiade menyebut pembahasan konkret, sebaiknya lebih didahulukan. Misalnya perekonomian, yang memiliki dampak penting bagi masyarakat.

“Keinginan masyarakat saat ini adalah lapangan kerja, ekonomi bisa meningkat, di mana kesenggangan antara si kaya dan si miskin bisa berkurang,” kata Andre di Jakarta, Senin (31/12).

Menurutnya, di satu sisi pasangan calon 02 memang tengah sibuk mempersiapkan debat pilpres 17 Januari mendatang. Sehingga berhalangan hadir dalam undangan tes baca Al-Quran pada 15 Januari.

Selain itu yang lebih penting, kata dia, pihaknya ingin isu SARA selama Pemilu 2019 tidak terus dimainkan. Sebab tak ada lagi ruang di masyarakat untuk isu seperti itu. Penguatan kesejahteraan bagi masyarakat harus dikedepankan.

“Itu yang dibutuhkan masyarakat, bukan lagi isu SARA. Maka dari itu hentikan isu SARA ini,” tegas Andre.

Terpisah, Ketua Relawan Prabowo Presiden (RPP) Aceh, Don Muzakir menilai usulan Ikatan Dai Aceh terlambat. Sebab seluruh tahapan dan persyaratan pilpres sudah tuntas jauh hari sebelumnya.

“Semua tahapan sudah selesai, dan tak ada lagi tahapan atau agenda yang bisa ditambah menjelang hari pencoblosan,” beber dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here