KY Hasilkan Dua Hakim Ad Hoc

TEMPO/Dhemas Reviyanto

Komisi Yudisial menghasilkan dua hakim ad hoc Hubungan Industrial pada Mahkamah Agung.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus menjelaskan, pelaksanaan seleksi hakim ad hoc Hubungan Industrial di Mahkamah Agung merupakan rangkaian seleksi yang dimulai Agustus 2017 untuk mengisi kekosongan 8 orang hakim ad hoc yang terdiri dari 4 orang hakim ad hoc dari unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh den 4 orang dari unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

“KY menetapkan 63 calon dinyatakan Iolos dalam seleksi administrasi dari 75 orang pendaftar. Di seleksi kualitas, KY meloloskan 27 orang calon hakim ad hoc,” kata Jaja dalam diskusi Capaian Kinerja KY 2018 di Gedung KY, Jakarta, Senin (31/12).

Sementara di seleksi kesehatan dan kepribadian, KY meloloskan 14 orang calon. Di seleksi wawancara, KY meloloskan 4 dari 14 orang calon hakim ad hoc Hubungan Industrial yang diusulkan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan.

Namun, DPR hanya menyetujui dua dari empat orang yang dicalonkan. Yaitu, Sugeng Santoso P.N. dari unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Junaedi dari unsur serikat pekerja/buruh.

“Di tahun 2018, Komisi Ill Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) menyetujui dua calon hakim agung (CHA) yang diajukan KY untuk diangkat menjadi hakim agung. Keduanya adalah Abdul Manaf dari Kamar Agama dan Pri Pambudi Teguh dari Kamar Perdata. Dengan demikian, KY telah menghasilkan 58 orang hakim agung sejak seleksi pertama kali digelar di tahun 2006,” Jaja memaparkan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here