BPN Wacanakan Kementerian Khusus Urusi Bencana

Foto: Wikipedia

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2018, ada 2.565 bencana di Indonesia, termasuk longsor di Sukabumi kemarin. Untuk itu, kementerian khusus penanggulangan bencana dirasa perlu.

Indonesiainside.id, Jakarta — Koordinator Juru Bicara Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut harus ada pembenahan dalam sistem penanggulangan bencana. Jika pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi terpilih, hal ini akan dikedepankan.

“Pak Prabowo ingin mendorong kementerian khusus terkait kebencanaan. Ini ada contohnya di beberapa negara seperti Rusia,” kata Dahnil di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Pernyataan itu disampaikan sebagai solusi atas buruknya manajemen pemerintahan Jokowi dalam menangani bencana alam di Indonesia. Dahnil menyebut, Indonesia secara alami merupakan daerah rawan bencana.

Pun demikian, ia menyayangkan dalam penanganan bencana pemerintah selalu menghadapi masalah yang terus berulang. Bahkan profesionalisme penanganan pasca-bencana juga jadi permasalahan.

“Kekuatan penanganan bencana di Indonesia hari ini hanya ada pada kekuatan solidaritas masyarakatnya. Ini yang turun duluan lebih cepat solidaritas dan kohesifitas sosial,” kata Dahnil.

Organisasi masyarakat berbasis keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan FPI, dikatakan Dahnil selalu turun lebih awal. Padahal hal tersebut bukan kewajiban mereka, sebab apa yang dilakukan bersifat sukarela. Lain cerita dengan pemerintah yang wajib melindungi masyarakat.

Dahnil juga mengkritisi Early Warning System tsunami yang rusak. Artinya, sejak awal kepedulian terhadap ancaman bencana amatlah rendah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here