Kyai Cholil: Dzikir Tumbuhkan Spirit Keimanan

Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis dalam acara Dzikir Nasional di Masjid At-Tin, Taman Mini, Jakarta Timur. Foto: Ahmad Z.R

Seringkali iman naik dan turun. Naik karena taat kepada Allah dan turun karena melakukan maksiat. Maka, untuk menjaga ritme iman tetap stabil adalah dengan mengingat Allah (berdzikir) sehingga hati menjadi tenang.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengatakan, dzikir adalah obat untuk mendatangkan ketenangan. Dzikir bukan hanya sekadar ingat kepada Allah Swt, tapi juga merupakan ciri hamba sejati.

“Rasulullah lebih senang disebut dengan ‘Ibadurrahman. Kita berharap dengan dzikir nasional ini mengembalikan masalah kita kepada Allah. Seringkali kita lupa (berdzikir), karena itu dzikir adalah mengingatkan diri kita sebagai makhluk,” ujar Kyai Cholil dalam acara Dzikir Nasional di Masjid At-Tin, Taman Mini, Jakarta Timur, Senin (31/12) malam.

Implementasinya, kata Kyai Cholil adalah menjadi khalifatullah (menjadi hamba Allah yang mengemban amanah membangun negeri). Namun, tanpa ada iman maka tidak ada niat untuk menjadi khalifatullah di muka bumi.

Salah satunya yakni melalui shadaqah. Shadaqah merupakan bukti keimanan kepada Allah SWT. Lebih percaya pada firman dan janji Allah akan balasan berlipat ganda kepada orang yang menshadaqah-kan harta dan jiwanya di jalan Allah.

“Manusia sering mengira harta yang membuat dia tenang, padahal tidak demikian. Yang kita infaq-kan adalah investasi di akhirat kelak. Dan juga dapat menolak marabahaya. Itulah iman,” tuturnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here