Musibah Menjadikan Bangsa Indonesia Kuat

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Foto: Ahmad ZR/Indonesiainside.id

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.

Indonesiainside.id, Jakarta — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuturkan, dzikir dalam bahasa Arab secara makna adalah mengingat. Namun, dzikir mempunyai bahasa yang khas sebagai bahasa agama yaitu dzikrullah (ingat kepada Allah).

Implementasinya dapat dilakukan dengan bentuk jahr (keras) dengan membaca kalimat thayyiba atau juga dengan sirr (dalam hati) dalam berbagai keadaan.

“Dzikir mempunyai makna luas. Salah satunya mensyukuri nikmat Allah untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang Allah,” kata Muhadjir dalam acara Dzikir Nasional di Masjid At-Tin, Taman Mini, Jakarta Timur, Senin (31/12) malam.

Wakil Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mengapresiasi kegiatan dzikir nasional yang rutin diselenggarakan Republika setiap tahunnya. Acara tersebut juga dapat menginspirasi umat Islam dan lembaga keagamaan Islam lainnya melakukan hal serupa.

“Ini suatu hal yang sangat luar biasa. Dan paling tidak kita memberikan alternatif memaknai tahun baru. Sehingga umat memiliki banyak pilihan apakah ingin datang ke tempat keramaian atau acara dzikir seperti ini,” katanya.

Meski perayaan tahun baru bukan berasal dari budaya Islam, kata Muhadjir, umat Islam tidak boleh langsung menghakimi muslim yang datang ke tempat lain. Namun dengan banyaknya jamaah yang hadir ke Masjid At-Tin, hal itu menunjukkan meningkatnya spirit keimanan masyarakat.

“Apa yang akan datang harus selalu lebih baik dari yang lalu. Tahun 2018 meski sudah baik, di tahun 2019 harus lebih baik lagi. Muhasabah (refleksi) penting dilakukan untuk mengevaluasi apa yang telah diperbuat,” tuturnya.

Mengenai rentetan bencana yang melanda Indonesia di tahun 2018, kata Muhadjir, hal itu bisa membawa hikmah, peringatan dan ujian untuk orang beriman. Dengan ujian, iman sesorang akan bertambah mulia atau bisa juga hina.

“Ujian untuk bangsa Indonesia dapat membawa bangsa ini lebih kuat. Dan Allah menegaskan bahwa ujian yang diberikan tidak akan di luar kesanggupan manusia. Maka, kesempatan ini menjadi momentum untuk kita berhijrah ke arah lebih baik,” tegasnya.

(Ahmad Z.R)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here