Paslon 02 Tak Terlarut dalam Politik Identitas

Cawapres 02 Sandiaga Uno. Foto: CNN

Ajakan tes baca Al-Quran dinilai sebagai politik identitas dalam dinamika pemilihan presiden. Pasangan calon nomor urut 02 tak ingin terlarut dalam pusaran permainan itu.

Indonesiainside.id, Jakarta — Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut baca Al-Quran untuk Jokowi maupun Prabowo sebagai politik identitas. Sandiaga tak ingin kedua pasangan calon terlibat dalam politik itu, sebab banyak diskusi lain yang lebih substantif.

“Lebih baik isu ekonomi saja, luangkan waktu untuk diskusi bagaimana negeri yang kaya-raya ini dengan sumber daya manusia melimpah bisa lebih diprioritaskan,” ujar Sandiaga di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Menurutnya, paslon 02 ingin fokus pada pemberdayaan rakyat. Terutama dalam mencarikan peluang usaha bagi mereka.

Sehingga Sandiaga mengaku tak fokus pada tes baca Al-Quran. “Itu yang jadi fokus kita. Jadi saya sikapi ini dengan tentunya, ya dalam kontestasi politik,” beber Sandiaga.

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menjamin penolakan atas tes baca Alquran, tak berdampak pada elektabilitas kubunya.

“Kami optimis. Pak prabowo sudah menandatangani kontrak dengan ulama dan umat,” kata Andre.

Menurutnya, tak ada ulama yang meragukan kepemimpinan Prabowo. Bahkan ulama yang menjadi Presiden, yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saja mengapresiasi ketulusan Prabowo. Hal tersebut sudah cukup menjadi modal.

Artinya, kata Andre, banyak ulama telah terpikat dengan capresnya. Otomatis para pengikut ulama juga akan ikut serta.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here