Wilayah Longsor Sukabumi Masuk Zona Kerentanan Menengah–Tinggi

Petugas dan warga membersihkan reruntuhan rumah akibat longsor foto: Antara

Desa Sinaresmi berada di wilayah perbukitan dengan kemiringan lereng terjal – sangat terjal

Indonesiainside.id, Jakarta — Longsor terjadi di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Cisolok, Sukabumi pada malam pergantian tahun. Mengakibatkan dua meninggal dan 41 orang ditemukan menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (1/1/2019) pukul 02.30 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperkirakan, longsor terjadi akibat gerakan tanah berupa longsoran bahan rombakan. Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan itu.

Menurut analisis morfologi PVMBG, kampung tersebut berada di wilayah perbukitan dengan kemiringan lereng terjal – sangat terjal. Lokasi bencana berada pada ketinggian lebih dari 650 – 800 meter diatas permukaan laut. Di sebelahnya terdapat alur sungai kecil.

Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Bulan Desember 2018 (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana sebagian besar masuk ke dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah – Tinggi.

“Artinya daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal,” ujar Kepala PVMBG Kasbini dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (1/1).

Gerakan tanah bisa terjadi terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Sukabumi, Jawa yang ditulis Sudjatmiko pada tahun 1992, daerah bencana disusun oleh Satuan Qvb; Breksi Tapos; Breksi Gunungapi dan Aglomerate.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here